3 Kebiasaan Bill Gates yang Patut Ditiru untuk Meningkatkan Produktivitas 2 Kali Lipat!

Pernah ga sih kamu merasa hidupmu kurang produktif? Rasanya, teman-temanmu selalu memiliki segudang aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Cobalah untuk bertanya pada dirimu sendiri, “Apakah diriku sudah puas dengan kinerja dan kebiasaan ku setiap harinya?” Apabila jawabannya belum, tidak apa-apa! Jangan merasa bahwa kamu tidak produktif atau selama ini hanya bermalas-malasan. Refreshing  dan istirahat adalah hal yang sangat wajar! Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan produktivitasmu, salah satunya dengan mencontoh kebiasaan dari Bill Gates, orang terkaya kedua di dunia!

Bill Gates terkenal akan pribadinya yang teratur, terstruktur, dan rajin. Menariknya, banyak kebiasaan sederhana yang dilakukan oleh Bill Gates yang menurutnya dapat membantunya untuk tidak burn out, bahkan meningkatkan produktivitasnya! Penasaran? Berikut 3 hal kecil yang dilakukan Bill Gates setiap hari!

Continue reading

Hitam, Warna Sejuta Makna

Hitam merupakan salah satu warna yang disukai oleh banyak orang. Warnanya yang netral menjadikan hitam sebagai warna yang mudah untuk dikombinasikan dan menjadi andalan banyak orang.

Tapi, bosen gak sih styling baju hitam kalau gitu-gitu aja? Padahal, ada banyak sekali tips yang dapat dilakukan untuk mengubah pakaian hitammu menjadi lebih stylish dan trendy! Penasaran? Yuk langsung kita lihat inspirasi dari paduan warna hitam agar terkesan lebih inovatif dan tidak monoton.

1. Padukan dengan navy

Navy dan hitam seringkali dianggap sebagai warna yang berunsur gelap, sehingga banyak yang tidak merekomendasikan kombinasi warna ini. Tetapi, paduan warna navy dan hitam sebenarnya memberikan kesan tampilan yang chic, terlebih lagi apabila dipadukan dengan unsur warna netral lainnya seperti beige dan tan!

Source: whowhatwear.com

Continue reading

Insecure, Bentuk Muslihat dari Bersyukur

Akrab sama yang namanya rasa cemas, takut gagal, dan sering merasa kurang percaya diri dibandingkan orang lain? Suka merasa, kok kayaknya hidupku gini-gini aja, suka ngerasa kenapa diri sendiri rasanya masih belum menjadi versi terbaik. Kalau kamu pernah merasakan hal-hal seperti itu, kamu bisa jadi akrab sama yang namanya insecure.

Source: jovee.id

Banyak orang mendefinisikan insecure sebagai perasaan tidak aman yang mungkin dirasakan oleh seseorang selama hidupnya. Insecure erat kaitannya dengan rasa kurang mampu, bersalah, malu, maupun ketakutan-ketakutan lainnya. Perlu kamu ketahui, sebagai manusia, wajar halnya kalau kita sering merasa insecure. Sebagai makhluk yang tidak pernah puas, insecure telah menjadi salah satu sahabat baik manusia.

Apabila dibiarkan berlarut-larut, insecure dapat mempengaruhi kondisi mental kamu loh! Akan tetapi, insecure sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai titik balik bagi pandangan kita terhadap hidup.

Continue reading

Be Your Own Hero: Rafiz Ari

Banyak yang tidak tau bahwa seringkali dulu gue jadi bulan-bulanan teman atau bahkan dengan orang yang sepenuhnya baru. Hinaan, jadi bahan bercandaan, jadi pelampiasan marahnya orang-orang, makian, bahkan sampai tindakan fisik, sudah jadi teman sehari-hari gue dari sekolah dasar. Hal-hal yang seperti ini membuat gue jadi orang yang tertutup, susah  untuk berkomunikasi, dan socially awkward. Rasanya selalu berat untuk pergi ke sekolah, karena tau tidak ada yang pernah benar-benar stand up for myself, not even my family. Tidak ada teman untuk berbagi cerita, membagikan keluh kesah rasanya cuma akan menambah masalah. Berujung dengan gue berada di point benci dengan diri sendiri. Tapi satu yang selalu gue pegang dari kecil, hope, selalu punya harapan bahwa Tuhan akan mengganti semuanya dengan hal yang jauh lebih baik.

Continue reading

Be Your Own Hero: Rivka Rompis

“I wasn’t born lucky in this world, but I know that I am blessed”. Kira-kira begitu mantra yang sering terucap ke diri gw sendiri. Lahir di keluarga yang emang tidak sesuai dengan keinginan kadang mempengaruhi kehidupan kita kedepannya, tapi kenyataannya gw ga bisa memilih mau lahir di keluarga seperti apa. Tapi gw percaya, gw bisa memilih ingin membangun keluarga yang seperti apa.

Yup, as a first born child of 5(five) siblings bisa dikatakan gw terlahir di dunia ini harus lebih mandiri duluan, mature dan pegang responsibility yang lebih besar. When I was 15th years old, I already started to dance. Not as a dance student but as a dancer of any events.

Continue reading

Be Your Own Hero: Girin Mahesadzikri

Halo, teman-teman! 

Aku mau curhat dikit nih, tentang perjalananku jadi diriku yang sekarang…

Dari kecil, aku gak pernah jadi orang yang paling ganteng, pinter, atau pun lucu. Selalu aja ada orang yang “lebih”. Nah, anehnya, sampai aku kuliah pun, temen-temen dari jaman SD masih inget denganku pas kita gak sengaja ketemu tuh… Padahal, dulunya aku korban bully mereka WKAKAKAKA. Nah, dulu, saat aku di-bully, biasanya aku selalu coba untuk membenahi diri supaya gak di-bully. Misal, dulu sering diejek “banci” dan “bencong” hanya karena gerak-gerik-ku agak flamboyan. Dulu aku sampai-sampai minta diajarin ke teman-temanku cara “jalan dan berperilaku kayak cowok”. Aku ngikutin gaya ngomong dan gerak-gerik temenku yang cowok banget. Maksain main bola, bahkan. Tapi sumpah, susah. Akhirnya sih nyerah lol. “Yaudah emang kayak gini, Girin tuh,” aku ngomong sama diri sendiri.

Continue reading

Be Your Own Hero: Kana Az-Zahra

I was a very insecure person (masih sih, tapi seminggu sekali aja😆). I often compare myself to my friends or even stranger in social media. Dulu rasanya pake seragam sekolah aja mau nangis, karena malu sama badanku yang sangat kurus ini. Aku terlalu fokus sama rasa insecure, hingga akhirnya aku ga menikmati masa SMA seperti teman-temanku yang lain. Ga merasakan indahnya SMA seperti di film-film itu loh! hahahah. Aku jadi buta banget soal lingkungan sekitar, walaupun dikelilingi sama teman-teman yang seru dan baik, aku tetap merasa bahwa semua orang membenci aku. Padahal sebenernya, satu-satunya yang benci aku tuh ya diri aku sendiri. 

Continue reading

6 Cara Sederhana Untuk Mengapresiasi Ayahmu

Photo by Jaz Elaine on The Trusty Twenty Years Old

Pernah ga kamu ngerasain susah banget ngomong “I love you” ke orang tua padahal hal itu gampang diucapin ke pacar? Ternyata, hal ini dipengaruhi oleh budaya high context, budaya ini cenderung tidak terlalu memperhatikan ungkapan verbal karena rasa sayang sudah cukup diungkapkan melalui tindakan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengungkapkan “I love you” kepada orang tua selagi kita bisa.

Mungkin ayahmu jarang sekali berkata “I love you” atau dia juga sangat sibuk sehingga jarang menghabiskan waktu denganmu bahkan untuk bertukar cerita. Namun, hal tersebut bukan berarti ayahmu tidak menyayangimu. Malahan, ayahmu menyayangimu dengan bekerja hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan keluarga, ia mencintaimu dalam diam. Pada tahun ini, World Father’s Day jatuh pada tanggal 21 Juni 2020, yuk apresiasi ayahmu dengan beberapa cara sederhana dibawah ini,

1. Masak Untuk Ayahmu

Selama karantina di rumah, banyak dari kita yang mendalami hobi baru, salah satunya memasak. Kita bisa memasak kembali resep yang sudah pernah kita coba dan sukses maupun membuat resep baru. Bahkan, kamu juga bisa membuat makanan kesukaan ayahmu. Ia pasti senang bisa menikmati makanan hasil karya anaknya.

Continue reading

Stay At Home Series

Kurang lebih tiga bulan telah berlalu sejak wabah Covid-19 tersebar secara luas di Indonesia, dan saat ini kita telah memasuki era yang disebut ‘The New Normal’. Tiga bulan terakhir telah menjadi titik dimana kita, sebagai manusia, dihadapkan pada suatu situasi yang sangat baru, membingungkan dan juga sangat memprihatinkan. Maka dari itu, dalam situasi seperti ini, Wearblack berinisiatif untuk menghubungi beberapa pelanggan kami untuk memastikan mereka dalam keadaan baik dan juga bertukar cerita mengenai pengalaman Stay At Home yang terjadi selama pandemi Covid-19. Salah satu percakapan yang sangat menghangatkan hati dan berkesan bagi kami adalah dengan Dimaz Ariowibowo Kusuma Putra, customer kami yang berdomisili di Jakarta.

Kami membuka percakapan dengan menanyakan kabar Dimaz dan menanyakan apakah ia berkenan untuk diwawancara, dengan senang hati Dimaz menyanggupi . Pertama, kami bertanya mengenai bagaimana situasi pandemi Covid-19 mengubah kegiatan rutin Dimaz sehari-hari. Dimaz menjawab bahwa situasi pandemi yang sedang terjadi sampai saat ini benar-benar telah banyak mengubah rutinitas sehari-hari Dimaz.

Dimaz menambahkan:

“Aku itu terbiasa kerja 8 sampai 10 jam kerja dengan variasi shift di dunia perhotelan, tapi sekarang aku lebih banyak #StayAtHome karena kebijakan dari company aku. I guess that’s what changed the most in my daily routine, and that’s a lot for me.”

Continue reading

Idul Fitri 2020: Merayakan dengan Damai

Photo by Jacob Bentzinger on Unsplash

Dunia sedang berhenti sejenak karena pandemi dan Idul Fitri tahun ini menjadi sebuah kesempatan bagi kita semua untuk menemukan berkat dalam keheningan. Selain memengaruhi banyak aktivitas dalam keseharian kita, pandemi Covid-19 juga mengubah cara kita merayakan Lebaran. Berikut beberapa cara merayakan Lebaran #DiRumahAja dari Wearblack yang mungkin bisa kamu coba ketika Hari Lebaran sudah tiba:

1. Reuni Keluarga via Video

Conferencing Kabar baiknya, teknologi telah membuat reuni keluarga jarak jauh menjadi mungkin. Dengan berinisiatif mengajak keluarga besarmu untuk mengikuti reuni keluarga via video conferencing apps seperti Zoom atau Google Meet, kamu bisa menghadirkan momen yang hangat ketika Lebaran walaupun kita semua tetap harus tinggal di rumah masing-masing.

2. Pemberian Sebagai Bentuk Kepedulian

Satu dari sekian banyak kebiasaan baru yang tumbuh ketika pandemi adalah mengirimkan bingkisan atau pemberian lainnya kepada orang-orang terdekat kita melalui pos. Lebaran ini, kamu bisa mencoba untuk mengirimkan bingkisan Lebaran kepada teman dan keluarga yang tidak dapat kamu temui selama pandemi ini. Jangan lupa untuk sertakan surat personal dalam bingkisanmu. Menulis sebuah surat singkat juga merupakan salah satu cara untuk menyampaikan kepedulian dan ketulusan yang bisa kamu coba.

Memberi juga tidak harus dilakukan kepada orang-orang yang kamu kenal saja. Selama pandemi ini, banyak dari kita yang secara langsung merasakan efek dari resesi virus corona. Alangkah baiknya apabila kita mengulurkan tangan kepada orang-orang yang saat ini sedang memerlukan bantuan. Kamu bisa mulai dengan mencari program donasi apa saja yang sedang berlangsung. Memberi itu berarti peduli, bukan?

3. Menyusun Acara Bersama Keluarga

Meriah bukan lagi soal berapa banyak orang yang hadir dan berapa banyak rumah yang telah kita kunjungi selama Lebaran. Karena tahun ini kita disarankan untuk tetap di rumah, menyusun sebuah acara kecil-kecilan nan akrab bersama keluargamu bisa menjadi opsi yang patut untuk dicoba. Selain menjalankan ibadah wajib bersama, kamu juga bisa menjadwalkan hari Lebaran-mu dengan berbagai kegiatan menyenangkan seperti memasak ataupun menonton
film bersama.

Ada banyak cara untuk merayakan Lebaran. Rasa syukur kita tidak boleh padam dan tradisi pun masih bisa kita lanjutkan dengan cara-cara yang baru. Wearblack Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kami percaya pandemi ini tidak meniadakan perayaan Lebaran, namun justru mengantarkan kita semua menuju jalan kedamaian dan kepedulian. Yuk, rayakan Lebaran tahun ini dengan hati yang tulus dan gembira.